Home / Berita Umum / 2 Wartawan Diperlakukan Kasar Oleh Oknum Anggota Polresta Pasuruan Saat Meliput

2 Wartawan Diperlakukan Kasar Oleh Oknum Anggota Polresta Pasuruan Saat Meliput

2 Wartawan Diperlakukan Kasar Oleh Oknum Anggota Polresta Pasuruan Saat Meliput – Dua wartawan yg tengah meliput di Mapolresta Pasuruan memperoleh perlakuan kasar dari pelaku polisi. Handphone mereka dirampas serta semua file hasil peliputan dihapus.

Perlakuan kasar itu di alami Ary Suprayogi (tvOne) serta Iwan Nurhidayat (suarapublik) . Kala peristiwa, mereka tengah ambil gambar buat keperluan beberapa berita bab 4 tahanan narkoba yg kabur kemarin.

” Peristiwa waktu 09. 12 WIB. Saya punya maksud ambil gambar buat beberapa berita 4 tahanan kabur, ” kata Ary Suprayogi, Senin (25/3/2019) .

Wartawan tv nasional yg akrab dipanggil Yogi itu cerita, pemungutan gambar sebelumnya berjalan normal. Dia ambil gambar kondisi serta situasi Mapolresta. Termasuk juga lorong serta board papan tulisan.

Lantas, kedua-duanya menyambung pemungutan gambar di jalan depan area tahanan laki laki Mapolresta. Area 4 terduga perkara narkoba yg kabur pada Jumat (22/3) pagi hari. Mereka ambil gambar dengan jarak lebih kurang 7 mtr. dari area tahanan.

Waktu sedang ambil gambar, pelaku polisi berinisial KFN, EKN serta satu pelaku memanfaatkan kemeja preman hampiri mereka. Satu diantaranya berteriak-teriak dengan kalimat kasar.

Pelaku polisi itu mengambil handphone dua wartawan serta meniadakan semuanya file hasil peliputan. ” Seluruhnya dihapus, hasil peliputan gak tersisa. Saya pernah melayangkan tidak setuju namun gak diindahkan, ” ujarnya.

Wartawan JTV, Abdul Majid yg kala itu ingin ambil gambar, menyatakan menyaksikan perampasan handphone dua wartawan itu. Menurut dia, selayaknya pelaku polisi memperingatkan melalui langkah yg baik.

” Sejauh ini wartawan biasa ambil gambar dalam lingkungan Mapolresta. Namun kami terus tahu batas. Gak mungkin kami mengambil gambar ke area tahanan atau area yg khusus tiada izin. Barusan kawan saya ini cuma mengambil gambar di luar area yg kebanyakan sejauh ini kita bebas saja mengambil gambar, ” kata Majid.

Menurut Majid, sisi insiden rampas serta hapus file, anggota Propam mengarahkan banyak wartawan ke area Kasubaghumas Polresta Pasuruan, AKP Endy Purwanto. ” Kasubaghumas mengaku ada salah-paham terus mempersilakan mengerjakan pemungutan gambar kembali dengan didampingi olehnya, ” makin Majid.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan Djoko Hariyanto menyatakan prihatin atas apakah yg di alami dua wartawan itu. Menurut dia, gak selayaknya polisi lakukan perbuatan begini. Djoko serta anggotanya memiliki rencana memohon keterangan sah dari Polresta Pasuruan berkenaan insiden itu.

” Saya mohon ke Kapolres menyelidiki selesai perkara ini. Mesti ditindak tegas anggota yg lakukan perbuatan kasar pada wartawan. Melarang tak mesti mengambil serta meniadakan file liputan, ” kata pria yang wartawan tv nasional itu.

About admin