Home / Berita Umum / Anggota Komisi IX DPR RI Kritik Product Kental Manis Penipuan Umum

Anggota Komisi IX DPR RI Kritik Product Kental Manis Penipuan Umum

Anggota Komisi IX DPR RI Kritik Product Kental Manis Penipuan Umum – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago menyebutkan pihaknya sudah mengkritik masalah susu kental manis mulai sejak 2 th. kemarin. Dia menyampaikan kata ‘susu’ di product kental manis merupakan penipuan umum.

” Telah dari dua th. lalu kami di komisi IX mengkritik hal itu. Lantaran terkecuali tak memiliki kandungan susu sapi, nyatanya product susu kental manis itu memiliki kandungan kian lebih 40% gula, hingga terkecuali mengakibatkan kerusakan gigi, product ini dapat tak mempunyai kandungan gizi susu. Lantaran yang dikandung cuma 8% lemak susu. Pasti itu bisa di kategorikan penipuan umum! ” kata Irma, Rabu (5/7/2018) malam.

Dia minta kata susu di hilangkan dari product kental manis. Menurut dia, tidak ada kandungan susu dalam product kental manis itu.

” Maka mesti ditukar taglinenya. Janganlah ada kalimat susu lantaran kenyataannya tak memiliki kandungan susu, ” katanya.

Pada awal mulanya, product kental manis buat ramai. Hal semacam itu berkenaan dengan beberapa larangan yang tercantum dalam surat edaran Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) masalah product susu kental manis (SKM).

Beberapa larangan ini tercantum dalam surat edaran ini bernomor HK. 06. 5. 51. 511. 05. 18. 2000 th. 2018 perihal ‘Label serta Iklan pada Product Susu Kental serta Analognya (Kelompok Pangan 01. 3). ‘ Ada 4 hal yang perlu di perhatikan oleh produsen, importtir, distributor product susu kental, serta analognya berbentuk larangan, yakni :

1. Dilarang tampilkan anak-anak berumur dibawah 5 th. berbentuk apapun.

2. Dilarang memakai visualisasi kalau product Susu Kental serta Analognya (Kelompok Pangan 01. 3) disetarakan dengan product susu lainnya jadi penambah atau pelengkap zat gizi. Product susu lainnya diantaranya susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu perkembangan.

3. Dilarang memakai visualisasi lukis susu cair serta/atau susu dalam gelas juga di sajikan lewat cara diseduh untuk dikonsumsi jadi minuman.

4. Spesial untuk iklan, dilarang disiarkan pada pukul tampil acara anak-anak.

About admin