Home / Berita Umum / Anies Baswedan Curiga Pada Ketua KASN

Anies Baswedan Curiga Pada Ketua KASN

 Anies Baswedan Curiga Pada Ketua KASN – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menyatakan kecurigaannya pada ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi.

Keraguan ada unsur politik dibalik terlibat Komisi itu dikemukakan Anies menyusul tindakan Sofian Effendi melaunching ke umum hasil penyelidikan Komisi ASN.

Menurut Komisi ASN, perombakan beberapa petinggi termasuk juga pencopotan 5 wali kota DKI oleh Anies Baswedan adalah pelanggaran prosedur.

” Kok jadi ketua KASN berpolitik, ini kan membuat pandangan (opini), itu kan suatu proses politik, ” kata Anies di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Ahad, 29 Juli 2018.

Tidak hanya menilainya launching itu membuat pandangan (opini), Anies memandang jika hasil penyelidikan harusnya cukuplah di kirim pada Pemprov DKI. Lumrahnya, lanjut Anies, lembaga pemerintah cukuplah mengirim surat, demikian juga dengan jawaban dari Pemprov pada KASN kelak.

” Sekarang ini telah jadi jawabannya. Malam hari ini di kirim, ” kata Anies.

Tempo hari, Sabtu, 28 Juli 2018, Anies mengatakan tindakan ketua KASN itu seperti seperti organisasi penduduk atau parpol. Daripada menjawab pertanyaan mass media ihwal tindak lanjut dari referensi KASN, Anies lebih malah mengutamakan sikap heran pada Sofian Effendi.

Pada, Jumat, 27 Juli 2018, lewat info pers, Ketua KASN mengatakan Anies Baswedan bersalah tidak mematuhi prosedur serta ketentuan perundangan yang laku dalam pemberhentian serta perpindahan beberapa petinggi.

Komisi lalu keluarkan empat referensi pada Anies untuk dilakukan tindakan. Referensi itu berbentuk final serta mengikat. Diantaranya merupakan kembalikan tempat petinggi yang sudah dicopot.

Berdasar pada catatan KASN, semenjak Juni lantas, Anies sudah memberhentikan 16 petinggi eselon II. Awal bulan ini, Anies melantik lima wali kota serta bupati Kepulauan Seribu bersama petinggi lainnya yang totalnya sampai 20 orang. Di bulan Juni, Anies melepaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Tubuh Service Pengadaan Barang Layanan, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat serta Lokasi Permukiman.

Penyelidikan oleh KASN sama dengan pekerjaannya yang dimandatkan oleh UU Nomer 5 tahun 2014 mengenai Aparatur Sipil Negara. Komisi sudah lakukan kontrol pada berapakah petinggi yang copot, Gubernur DKI, Sekertaris Daerah DKI, serta memohon hasil penilaian dari Pelaksana pekerjaan Kepala Tubuh Kepegawaian Daerah DKI Jakarta.

Semenjak pertama-tama KASN lakukan penyelidikan, Anies tidak memberi komentar kebanyakan. Dia malah mengimbau semua pihak untuk mendinginkan kondisi, termasuk juga pada KASN.
” KASN tidak perlu panas-panasin, ingin kenceng-kencengan? Tidak usahlah, ” tuturnya di lokasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu, 18 Juli 2018.

Masalah perombakan petinggi itu membuat Anies punya potensi mendapatkan sangsi. Anies akan dijatuhi sangsi jika tidak menggerakkan referensi KASN.

” Kalaupun gubernur menjadi Pajabat Pembina Kepegawaian tidak menindaklanjuti referensi, jadi kami akan lapor ke presiden, ” kata Komisioner KASN I Made Suwandi, Selasa, 17 Juli 2018.

Made menuturkan, presiden adalah pemegang wewenang untuk memberikan sangsi buat petinggi yang tidak menggerakkan referensi. Pemberian serta bentuk-bentuk sangsi, tutur Made, ditata dalam Masalah 33 Undang-Undang Nomer 5 Tahun 2014 Mengenai Aparatur Sipil Negara.

Sangsi mencakup peringatan ; peringatan ; perbaikan, pencabutan, pembatalan, penerbitan ketetapan, serta atau pengembalian pembayaran ; hukuman disiplin untuk petinggi yang berwenang sama dengan ketetapan ketentuan perundangan-undangan ; serta sangsi untuk Petinggi Pembina Kepegawaian sama dengan ketetapan ketentuan perundang-undangan.

” Kelak presiden yang akan memohon Menteri PAN-RB atau Menteri Dalam Negeri (untuk memberikan sangsi), ” papar Made.

Sampai berita ini dibikin, Tempo belumlah sukses menghubungi ketua KASN Sofian Effendi. Panggilan lewat telephone belumlah terjawab, dan pesan yang di kirim lewat aplikasi perpesanan mengenai tuduhan Anies Baswedan ini belumlah dibalas.

About admin