Home / Berita Umum / Copot Spanduk Caleg Bikin Satpol PP Surabaya Ini Dianiaya Warga

Copot Spanduk Caleg Bikin Satpol PP Surabaya Ini Dianiaya Warga

Copot Spanduk Caleg Bikin Satpol PP Surabaya Ini Dianiaya Warga – Anggota Satpol PP dalam video viral Rianda Harendino (44) bercerita urutan penganiayaan yg dilaksanakan seseorang masyarakat. Menurut Rianda, terlapor tdk terima Alat Peraga Kampanye (APK) yg terpasang di tiang listirik dia copot sebab melangar Perda.

Rianda menyampaikan, peristiwa itu berjalan pada Rabu (13/2). Dia yg tengah patroli di daerah Jalan Kebalen menyaksikan spanduk yg bergelantungan di tiang listrik. Dia selanjutnya menertibkannya sebab melanggar Perda.

“Sebelumnya kami biasa bekerja menjadi Satpol PP di sektor penertiban. Melakukam monitoring dengan Kasie Trantib saya dengan Satgas Linmas. Sebelumnya ada APK yg terpasang di tiang listrik yg terputus dari pengaitnya waktu di Jalan Kebalen Kulon. Kalaupun menurut ketentuannya memang tdk bisa sesuai sama Perda Nomer 9 Tahun 2012, kalau penempatannya di tiang listrik, pohon dengan dipaku serta di PJU,” kata Rianda Harendino waktu dijumpai di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (15/2/2019).

APK yg ditertibkan dibawa ke Kelurahan Krembangan Utara. Disana, Rianda dihampiri seorang yg didapati menjadi Ketua RT di lokasi Krembangan Utara.

“Mendadak hampiri saya dengan suara kasar serta menempeleng serta menampar. Tapi itu dampak kerja saya menjadi ASN buat melakukan pekerjaan apakah yg diperintah piminanan,” jadi Rianda.

Selesai video itu viral, Rianda disuruh buat memberikan laporan tindakan terlapor yg berinisal AD pada pihak berwajib. “Dari pimpinan atas selekasnya memberikan laporan ke polisi. Lantaran sebelumnya telah kami meminta komunikasi dengan baik-baik,” lanjut Rianda.

Rianda mengakui kenal dengan terlapor. Dia ikut menaruh hormat pada AD menjadi tokoh penduduk. Tapi dia menyayangkan perbuatan terlapor yg marah-marah sampai main tangan.

“Kenal, itu masyarakat kami dari Kelurahan Krembangan Utara, yg pula sebagai Ketua RT 06 RW 07. Kami ikut hormati beliau sebab pula sebagai tokoh penduduk. Buat kami bikin apakah sich marah-marah itu tdk ada manfaatnya,” tandas Rianda.

About admin