Home / Kesehatan / Ekstrak Biji Alpukat Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan

Ekstrak Biji Alpukat Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan

Ekstrak Biji Alpukat Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan – Penelitian paling baru dari Penn State University menunjukkan, ekstrak biji alpukat nyatanya berguna untuk kesehatan. Ekstrak yang dipakai menjadi pewarna makanan ini, dapat kurangi reaksi peradangan yang disebabkan reaksi sel darah putih. Menurut periset, ekstrak ini bisa jadi jadi obat atau bahan beberapa makanan lainnya.

“Kami lihat sendiri faedah ekstrak biji alpukat untuk kurangi radang. Faedah ini bahkan juga telah tampak dengan konsentrasi ekstrak yang hanya terbatas. Perihal ini cukup sudah jadi basic untuk studi setelah itu. Akan tetapi awal mulanya, kami mesti membuat mode penelitian dengan subyek hewan lebih dulu,” kata salah satunya periset Joshua Lambert, yang disebut dosen tehnologi pangan di Penn State University.

Praktek ambil ekstrak biji alpukat untuk kesehatan sudah dipraktikkan semenjak jaman suku Maya serta Aztec. Dalam penelitian yang dikerjakan Penn State University pada 2013, ke-2 suku merebus biji alpukat serta minum airnya untuk menyembuhkan diabetes, permasalahan pencernaan, serta infeksi parasit. Studi sama dikerjakan di Nigeria pada 2009 yang mengatakan, suku di Afrika memakai rebusan biji alpukat untuk menangani hipertensi. Sekarang ini, periset sudah mendaftar hak paten atas faedah ekstrak biji alpukat untuk zat pewarna.

Hasil penelitian Penny State University berlainan dengan yang sempat dikerjakan di Meksiko pada 2013 serta Israel pada 1988. Penelitian dari Meksiko mengatakan ekstrak biji alpukat beresiko buat tikus, walau tidaklah sampai mengakibatkan kerusakan genetika. Sesaat studi dari Israel mengatakan, minyak biji alpukat tingkatkan kandungan lemak di liver tikus.

Akan tetapi Lambert mengatakan, ekstrak yang dipakai dalam penelitian dapat dibuktikan aman untuk kesehatan. Ekstrak yang di kembangkan Penn State University sudah dipakai menjadi pewarna makanan saat 10 tahun. Periset lakukan studi dengan meningkatkan sel darah putih di laboratorium. Sel itu dikasih molekul yang merangsang peradangan, dan tanpa atau dengan ekstrak biji alpukat. Periset temukan, peradangan dapat didesak pada sel yang dikasih ekstrak biji alpukat.

Hasil penelitian ini mendapatkan tanggapan positif dari California Avocado Commission. Walau meyakini faedah biji alpukat, akan tetapi tidak ada cukuplah penelitian yang dapat menunjukkan kebenarannya. Tanggapan komisi berlainan dengan pakar diet Lara Metz yang merekomendasikan mengkonsumsi daging alpukat. Daging alpukat telat dapat dibuktikan berguna buat kesehatan tiada resikonya. Hingga penduduk tidak butuh cemas waktu mengkonsumsinya.

“Sebagian orang konsumsi ekstrak sebab sempat dengar faedahnya, atau tidak mau buang biji alpukat sia-sia. Akan tetapi penelitian lainnya sudah mengingatkan resiko toksin dalam biji alpukat. Pendapat saya untuk sekarang ini semestinya mengkonsumsi daging alpukat lebih dulu, yang sudah dapat dibuktikan faedahnya,” kata Metz.

Pendapat sama disampaikan pakar diet Tammy Lakatos Shames dari Nutrition Twins. Menurut Shames penelitian itu menjanjikan walau condong skeptis. Penelitian yang sudah dikerjakan cuma menyertakan tikus, hingga efeknya pada manusia belumlah didapati.

About admin