Home / Berita Umum / Gegara Cinta Segitiga, Pria di Jakarta Tewas Usai Dianiaya oleh Sepasang Kekasih

Gegara Cinta Segitiga, Pria di Jakarta Tewas Usai Dianiaya oleh Sepasang Kekasih

Gegara Cinta Segitiga, Pria di Jakarta Tewas Usai Dianiaya oleh Sepasang Kekasih – Sepasang kekasih, Gufron serta Dian, nekat menghabisi nyawa, Jufri (44) , penduduk Rawamangun, Jakarta. Perkara pembunuhan ini didorong permasalahan cinta segitiga pada pemeran serta korban.

Pernah menekuni perawatan di RSUD Sumedang, nyawa pria itu gak tertolong. Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengemukakan Jufri meninggal dunia selesai dianiaya oleh Gufron serta Dian dan empat pemeran yang lain, JIS alias Joni, ABS alias Andri serta MLG alias Marbun (DPO) .

” Awal mulanya terduga Dian miliki interaksi privat dengan terduga Gufron serta korban (Jufri) . Sesudah itu korban paham kalau terduga Dian miliki interaksi privat tidak cuman dengannya, ” kata Hartoyo lewat pesan singkat, Senin (25/3/2019) .

Kemudian, Jufri serta Gufron pertikaian lewat telpon. Singkat kata, Gufron membuat taktik durjana. Ia membawa mitranya buat menjemput Jufri melalui langkah dijebak oleh Dian bersua di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, 18 Maret 2019. Setiba di terminal, Jufri digiring masuk mobil yg nyata-nyatanya berisi Gufron cs.

Sepanjang di mobil, pemeran menganiaya Jufri. Pemeran membawa korban ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

” Di perjalanan dilaksanakan kekerasan kembali. Lantas korban dibiarkan ditepi jalan raya sekitaran Kecamatan Tanjungmedar, ” kata Hartoyo.

Penduduk menemukannya Jufri terkapar gak berkemampuan dengan situasi luka lebam. Korban langsung di bawa ke RSUD Sumedang. Sepanjang tiga hari dirawat, Jufri wafat.

Polisi mendalami perkara itu. Dengan cara kontinyu polisi menangkap banyak pemeran. Menurut pengecekan, motif penganiayaan berakhir kematian Jufri ini gegara Gufron emosi serta cemburu berkat kekasihnya, Dian, merajut asmara dengan Jufri. Tidak hanya itu, menurut Hartoyo, korban pernah mengintimidasi bakal memberikan poto gak patut punya Dian.

Tidak cuman menganiaya, pemeran mengambil barang mempunyai nilai punya korban. ” Barang punya korban dibawa terduga salah satunya tiga buah handphone serta dompet, ” kata Hartoyo.

Dari tangan terduga, polisi mengambil beberapa barang untuk bukti salah satunya satu unit mobil, dompet, buku tabungan, ATM, KTP serta telpon genggam. Empat terduga dijaring Clausal 338 KUH Pidana, Clausal 170 ayat (2) atau Clausal 351 ayat (3) , serta Clausal 365 KUHPidana. Polisi tetap kejar satu pemeran, inisial MLG.

About admin