Home / Berita Umum / Hoaks Ratna Sarumpat Diprediksi Akan Berdampak Pada Citra Prabowo

Hoaks Ratna Sarumpat Diprediksi Akan Berdampak Pada Citra Prabowo

Hoaks Ratna Sarumpat Diprediksi Akan Berdampak Pada Citra Prabowo – Masalah hoaks Ratna Sarumpaet diprediksikan akan berefek pada citra pasangan nomer urut dua Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga susah mencapai nada swing voters. Tim Prabowo-Sandiaga tidak meyakini perihal itu. Apakah alasannya?

“Menjadi yang butuh dikatakan rumor ekonomi yang dirasa beberapa puluh juta, beberapa ratus juta masyakarat tambah lebih berefek di banding masalah hoaks yang tempo hari menebar yang notabene kami dari pihak Konsolidasi Adil Makmur menjadi korban juga. Hingga saya kira rumor itu akan tidak sangat memengaruhi sebab ia tidak berefek pada personal ekonomi masyarakat,” kata jubir team Prabowo-Sandiaga, Gamal Albinsaid, waktu dihubungi, Minggu (7/10/2018) malam.

Gamal memiliki pendapat masalah ekonomi semakin lebih berefek pada tingkat kepopuleran. Sesaat masalah hoaks Ratna Sarumpaet tersangkut personal saja.

Menurut dia, dengan bicara masalah ekonomi rumah tangga, hal tersebut malah akan diakui penduduk. Karena, sehari-hari penduduk miliki keperluan hidup.

“Jika masalah hoaks ini kan punya pengaruh Bu Ratna serta beberapa pihak berkaitan. Jika kita bicara dapur, menjadi bagaimana setiap masyarakat miliki permasalahan di dapurnya semasing, serta jika kita ingin merampungkan rumor dapur di penduduk, saya fikir lebih baik,” kata ia.

Gamal lalu menyorot masalah perlakuan musibah di Nusa Tenggara Barat (NTB) ataupun di Sulawesi Tengah. Diakuinya sudah sempat ke Lombok pada Minggu (7/10) serta memperoleh berita masalah dana stimulan pemulihan sosial yang belumlah di terima korban gempa.

“Kita tengah ada musibah di Donggala, Palu, Lombok. Barusan saya ke Lombok. Bahkan juga ada medianya, itu dikabarkan ‘Janji Pusat Hampir Palsu’ di Lombok. Menjadi ada surat yang tersebar dari Kemensos berkaitan pertolongan stimulan pemulihan sosial yang itu memberikan instruksi gubernur untuk minta bupati serta walikota tidak menjanjikan pada calon penerima mengenai pertolongan itu,” katanya.

Diluar itu, Gamal ikut menyinggung masalah besarnya dana untuk mengadakan pertemuan tahunan IMF serta WB di Bali. Ia menyampaikan seharusnya pemerintah mengirit pengeluaran hingga ada dana yang dapat diarahkan untuk perlakuan musibah di NTB ataupun Sulteng.

“Menjadi janganlah ibaratnya, di dalam rumah dapur kita tengah memiliki masalah, selalu masyarakat kita ada yang memiliki masalah masalah penerimaan pertolongan tetapi kita pesta pora di ruangan tamu kita,” katanya.

Awal mulanya dikabarkan, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan memandang masalah hoaks Ratna Sarumpaet tidak akan memengaruhi pencapaian nada Prabowo-Sandiaga. Masalah itu akan tidak membuat beberapa pemilih Prabowo-Sandi berpaling.

Walau demikian, menurut hipotesa Djayadi, persoalan yang muncul karena masalah eks Jurkamnas Prabowo-Sandi itu ialah, citra Prabowo jadi negatif. Dengan citra negatif itu, akan menyulitkan eks Danjen Kopassus itu mencapai nada dari undecided voters atau swing voters.

“Akan susah buat ia meningkatkan nada. Itu pendapat saya ya, namanya tesis. Mesti dibuktikan dengan data,” kata Djayadi.

“Menjadi citra negatif itu membuat pemilih yang semula dapat dibujuk, saat ini menjadi mikir-mikir lagi. Serta itu jadi masalah sebab menurut beberapa survey, Prabowo itu masih tetap tertinggal,” paparnya.

About admin