Home / Berita Umum / KLHK Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung Dilindungi Di Jambi

KLHK Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung Dilindungi Di Jambi

KLHK Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung Dilindungi Di Jambi – Sesudah mengamankan 1. 380 ekor burung hasil penyelundupan di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kepala Balai Gakum Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) Lokasi Sumatera Edward Sembiring menyampaikan akan meningkatkan masalah itu sampai menangkap pemilik serta pemodal.

” Masalah ini akan di kembangkan hingga sampai menangkap ke pemilik serta pemodal dan jaringan di atasnya untuk memberi dampak kapok. Usaha penegakan hukum selalu dikerjakan untuk memerangi perburuan serta perdagangan satwa liar dalam rencana penyelamatan serta usaha perlindungan satwa liar di habitatnya, ” tutur Edward dalam info tercatat, Kamis (26/7/2018).

Edward mengemukakan jika perdagangan satwa liar adalah kejahatan serius serta terorganisir yang menyertakan jaringan antar propinsi bahkan juga lintas negara.

Selain itu, Direktur Mencegah serta Pengamanan Rimba, Sustyo Iriyono, mengatakan apresiasinya atas kesuksesan Balai Gakkum KLHK Lokasi Sumatera ini.

” Usaha keras Balai Gakum LHK Sumatera dalam 1 minggu ini sudah sukses membuka pemain-pemain besar peredaran TSL, dimana minggu tempo hari membuka jaringan perdagangan harimau, serta hari ini perdagangan burung antar propinsi. Kejahatan-kejahatan ini mesti kita tindak tegas. Mengingat pentingnya kehadiran satwa yang dilindungi, jadi telah selayaknya aktor diberi hukuman seberat-beratnya supaya ada dampak kapok, ” tegas Sustyo.

Untuk di ketahui dari 1. 380 ekor burung yang ditangkap, 1. 080 ekor burung salah satunya dilindungi serta 300 ekor burung tidak dilindungi tanpa Surat Izin Angkut TSL Dalam Negeri (SAT-DN). Burung itu diangkut memakai bus dengan rute trayek Pekanbaru – Lampung. Type burung yang dilindungi yaitu Kolibri Ninja, Sepah Raja serta Gelatik Wingku.

Sekarang ini bus serta sopir itu sudah ditangkap di Mako SPORC Brigade Harimau Jambi, untuk dimintai info selanjutnya oleh team penyidik. Aktor akan dipakai masalah 21 ayat (2) huruf a Jo. Masalah 40 ayat (2) UU Nomer 5 Tahun 1990 mengenai Perlindungan Sumber Daya Alam Hidup serta Ekosistemnya dengan acaman hukuman pidana penjara optimal 5 (lima) tahun serta denda optimal Rp. 100. 000. 000, 00 (seratus juta rupiah).

About admin