Home / Berita Umum / Korban CPNS Tertipu Rp 75 Juta Oleh Oknum Satpol PP

Korban CPNS Tertipu Rp 75 Juta Oleh Oknum Satpol PP

Korban CPNS Tertipu Rp 75 Juta Oleh Oknum Satpol PP – Satu orang pelaku petugas ketentraman serta keteraturan (Trantib) Satpol PP Kecamatan Blimbing, Kota Malang, disangka kerjakan penipuan CPNS. Korbannya berinisial KS, satu orang pemuda asal Pakisaji, Kabupaten Malang. Ia sudah keluarkan uang sebesar Rp 75 juta terhadap pelaku itu.

Masalah ini terbongkar sesudah KS mengincar kehadiran Nanang Purwoaji (45) , pelaku trantib yang menjanjikannya jadi CPNS di lingkungan Satpol PP Kota Malang. Ini hari, KS berkunjung ke kantor Kecamatan Blimbing, maksudnya masih sama meminta janji Nanang.

Didapati wartawan, KS setelah itu ceritakan alur masalah yang dirasakannya. Masalah ini Berasal saat orang tuanya bersua dengan tetangga desa, yang tawarkan pekerjaan honorer di Satpol PP Kota Malang lewat Nanang.

Sebab dalam situasi menganggur selesai lulus SMK 2014 yang lalu, KS bersama-sama orang tuanya lantas tertarik dengan kesempatan kerja itu. Sekian hari setelah itu datanglah Nanang ke rumah KS, serta tawarkan kesempatan berubah menjadi honorer itu.

Untuk menyakinkan korban, Nanang bawa formulir penerimaan honorer Satpol PP Kota Malang. KS bersama-sama orang tuanya kian sangat percaya, kalau penawaran itu memang benar.

” Saya setelah itu dikasih formulir untuk masuk honorer di Satpol PP Kota Malang. Pak Nanang meminta ongkos administrasi step pertama Rp 5 juta serta sesudah itu Rp 10 juta. Kami bayar serta ada kuitansinya, ” papar KS didapati di kantor Kecamatan Blimbing Jalan Raden Intan, Kota Malang, Selasa (13/8/2019) .

Berdasar bukti-bukti yang ditampakkan KS, dalam pembayaran pertama tertanggal 7 Febuari 2019, Nanang menyerahkan kuintasi bertanda tangan Sekda Kota Malang Wasto, yang berstempel Tubuh Pengurusan Keuangan serta Asset Wilayah (BPKAD) Kota Malang.

Sesaat pada kuintasi pembayaran ke dua sebesar Rp 10 juta, tertanggal 21 Febuari 2019, Nanang membubuhkan sinyal tangannya untuk kepentingan ongkos administrasi Satpol PP Kota Malang. Sesudah tak ada berita keputusan jadi honorer, KS mulai meminta janji Nanang.

Tapi, ditengah-tengah itu Nanang malah tawarkan kesempatan berubah menjadi CPNS pada tempat yang sama. Dengan ketentuan KS mesti membayar Rp 75 juta. ” Pak Nanang fakta, proses honorer lama. Serta Mei ada lowongan CPNS. Namun mesti bayar Rp 75 juta, serta saya tinggal menaikkan Rp 60 juta. Sebab Rp 15 juta telah dibayarkan diawalnya, ” ungkap bungsu dari empat bersaudara itu.

Kembali untuk menyakinkan korbannya, Nanang berikan surat panggilan buat KS untuk ikuti pendidikan serta kursus pekerjaan operasional trantib di Satpol PP Kota Malang. Dokumen tertanggal 21 Febuari nampak sah dibarengi kop surat Satpol PP dengan tanda-tangan Kasatpol PP Kota Malang Priyadi.

” Namun sesudah uang Rp 60 juta saya bayarkan pada 25 Maret 2019, surat panggilan itu nyata-nyatanya palsu. Saya tahunya saat ada ke kantor Satpol PP Kota Malang. Serta baru itu kami sadar sudah ditipu, ” narasi KS.

Sesudah itu, KS bersama-sama keluarganya mulai mengincar Nanang, bukan sekedar pada tempat ia kerja. Namun mengarah hunian Nanang di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Tapi, KS terus cuma dapatkan janji semata.

About admin