Home / Berita Umum / Petugas Imigrasi Semarang Tangkap 40 WN Cina Dan Tiongkok

Petugas Imigrasi Semarang Tangkap 40 WN Cina Dan Tiongkok

Petugas Imigrasi Semarang Tangkap 40 WN Cina Dan Tiongkok – Sekitar 40 masyarakat negara asing (WNA) asal Taiwan serta Tiongkok diamankan Petugas Imigrasi Semarang. Mereka disangka ikut serta kejahatan cyber internasional yaitu penipuan serta pemerasan.

Kadiv Keimigrasian Propinsi Jateng, Ramli HS, menjelaskan aktor lakukan laganya lewat telephone serta fasilitas internet untuk lakukan panggilan telephone dengan sarana Voice Over Internet Protocol (VOIP) serta memakai aplikasi Skype untuk mengontak tujuan.

“Jadi itu dikerjakan sempat di Jepang, sebab terdeteksi petugas kabur ke Indonesia, serta tempatnya berpindah-pindah sempat di Bali,” kata Ramli HS waktu titel masalah di Rumah Detensi Imigrasi Semarang, Senin (22/4).

Ia menyebutkan, pengungkapan ini berdasar pada pencarian pihak Keimigrasian yang mencurigai kehadiran WNA Taiwan serta China yang banyak hadir Ke Semarang. Petugas lalu memonitor satu unit rumah elegan di Puri Anjasmoro yang ditempati banyak WNA semenjak satu bulan paling akhir.

Dari sisi dokumen imigrasi, mereka lakukan beberapa pelanggaran berkaitan dokumen seperti paspor serta izin tinggal. Kanwil Kemenkumham Jateng lalu bekerjasama dengan Polda Jateng serta dikerjakan penggerebekan pada Kamis (18/4) jam 17.00 WIB.

“Kami langsung gerebek ada 40 orang WNA yang diamankan 10 orang akui masyarakat negara Taiwan. Sedang 30 orang belum dapat tunjukkan dokumennya,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminil Spesial Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono, menjelaskan beberapa terduga melakukan modifikasi rumah yang disewa dengan memberikan kedap nada supaya tidak diduga. Mereka mengarah korban dari negara mereka sendiri melalui telephone yang nomornya didapatkan dengan ilegal.

“Jadi nomer telephone untuk mengontak korban itu bisa data dengan ilegal. Telah bisa data langsung hubungi tujuan tujuan, akui menjadi penegak hukum menyampaikan kabar (korban) ikut serta pidana serta dibuktikan dengan surat dari penegak hukum. Aktor lalu tawarkan pertolongan untuk meniadakan catatan itu jika korban menyetor uang,” jelas Hendra

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, menjelaskan 40 WN terbagi dalam 36 pria serta 6 wanita. Mereka rata-rata berumur pada 25-30 tahun.

“11 orang salah satunya adalah DPO Interpol. Sekarang ini masih tetap dicheck di Rudenim. Berkaitan langkah apa yang akan diambil untuk beberapa WNA itu ialah kewenangan Imigrasi,” kata Abioso Seno Aji.

Dari tangan beberapa aktor, diambil alih beberapa tanda bukti. Salah satunya 29 hp, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pager, satu bendel dokumen, 64 unit telephone rumah, serta beberapa perlengkapan computer.

About admin