Home / Berita Umum / Rp 1,5 Juta Per Kg Merkuri Ilegal Dijualnya

Rp 1,5 Juta Per Kg Merkuri Ilegal Dijualnya

Rp 1,5 Juta Per Kg Merkuri Ilegal Dijualnya – Polda Jawa timur membuka perkara pertambangan ilegal merkuri di Sidoarjo. Di sini, merkuri ditawarkan Rp 1, 5 Juta buat paket satu kg.

Kasubdit IV Tipidter AKBP Rofiq Ripto Himawan menuturkan, merkuri yg di produksi di Sidoarjo umumnya dipasarkan di luar Jawa. Merkuri ini dimanfaatkan buat bahan baku pertambangan emas jadi penambahan dalam proses penyulingan.

” Merkuri bahan baku partisan pertambangan emas, lantaran yg paling perlu dengan merkuri yaitu pertambangan emas, ” kata Rofiq waktu luncurkan di Mapolda Jawa timur Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (13/8/2019) .

” Beda jika merkuri dimanfaatkan oleh kosmetik itu berbahan dengan bentuk tidak sama. Serta pertambangan emas di Jawa timur ada sekian banyak titik, terbanyak di luar Jawa. Maka dari itu proses penyaluran di Jawa timur sekedar 20 prosen, 80 prosen luar Jawa. Kalimantan, NTT, Papua, sekedar produksinya yg di rasa paling secure oleh aktor itu di tanah Jawa, lantaran tidak kebanyakan pertambangan, ” paparnya.

Dia memberikan merkuri amat beresiko buat penduduk. Meskipun efeknya tidak langsung dirasa, tapi dapat menyerang genetik manusia. Tidak hanya itu, Rofiq memberi tambahan merkuri udah dilarang di Indonesia semenjak 2017.

” Lantaran merkuri tidak dapat dirasa dengan cara langsung efeknya. Ia proses berefek pada manusia berdasar pada siklus yg amat panjang, tetapi menyerang genetik, ” susulnya.

Sesaat buat pengirimannya, Rofiq menyampaikan memakai kapal laut ke area yg umumnya di luar Jawa. ” Dari Sidoarjo langsung di kirimkan ke aktor pertambangan, arahnya ke Kalimantan. Kirimnya gunakan kapal laut, ” ujarnya.

Dalam perkara ini, polisi amankan lima terduga, yaitu Andri Wijaya (41) masyarakat Surabaya, Ali Bandi (49) masyarakat Waralohi, Ahmad Hidayat alias Agung Martin Hidayat (35) masyarakat Sidoarjo, AS (50) masyarakat Huku Sungai Selatan serta MR (35) masyarakat Banjarmasin.

Mereka terjebak beberapa kasus. Dimulai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 4 Tahun 2009 terkait Penambangan Mineral serta Batubara Kasus 161 sama seperti disebut dalam Kasus 37. Kasus 40 ayat (3) . Kasus 43 ayat (2) . Kasus 48. Kasus 67 ayat (1) , Kasus 74 ayat (1) Kasus 81 ayat (2) . Kasus 103 ayat (2) . Kasus 104 ayat (3) , atau Kasus 105 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 10 tahun serta denda terbanyak Rp 10 miliar.

Tidak hanya itu, aktor dipakai Undang-undang Republik Indonesia Nomer 7 tahun 2014 terkait Perdagangan Kasus 106. Sama seperti disebut dalam Kasus 24 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda terbanyak Rp 10 miliar.

About admin