Home / Berita Umum / Tambang Merkuri Ilegal di Sidoarjo Telah Di Ungkap Polisi

Tambang Merkuri Ilegal di Sidoarjo Telah Di Ungkap Polisi

Tambang Merkuri Ilegal di Sidoarjo Telah Di Ungkap Polisi – Praktik pertambangan ilegal di daerah Sidoarjo tersingkap. Tambang itu menghasilkan merkuri atau air raksa, yang dilarang peredarannya di Indonesia.

” Ditkrimsus Subdit IV menyingkap masalah penambangan ilegal atau perdagangan tiada izin berkaitan merkuri atau air raksa, ” kata Direskrimsus Polda Ja-tim Kombes Akhmad Yusep Gunawan di Mapolda Ja-tim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (13/8/2019) .

Dalam masalah ini polisi amankan lima terduga, yaitu Andri Wijaya (41) penduduk Surabaya, Ali Bandi (49) penduduk Waralohi, Ahmad Hidayat alias Agung Martin Hidayat (35) penduduk Sidoarjo, AS (50) penduduk Huku Sungai Selatan, serta MR (35) penduduk Banjarmasin.

Yusep menjelaskan pengungkapan berasal dari cyber patrol klubnya. Ini sebab merkuri di jual lewat jejaring sosial. Diluar itu, ada penemuan produk merkuri berbentuk paket merk Gold di market. Didapati, produk sah dari Jerman itu ilegal.

” Team setelah itu kerjakan undercover buy serta amankan satu orang di Sidoarjo. Indonesia melarang produksi merkuri. Mempunyai arti, tak ada produksi merkuri. Jika diperlukan, mesti import, ” tuturnya.

Diluar itu, Yusep menjelaskan faksinya temukan aktivitas pemrosesan serta pemurnian batu cinnabar berubah menjadi merkuri. Nyata-nyatanya ini dilaksanakan pelaku yang tak menggenggam IUP atau izin dari pemerintah.

” Didapati jika produsen berasal Sulawesi Tenggara. Disana diketemukan merkuri paket serta beberapa alat pemurnian merkuri dibikin dari batuan cinnabar. Hasil dari pengecekan, batu cinnabar ini di peroleh di Provinsi Maluku, ” imbuhnya.

Yusep menyebutkan praktik ini udah berjalan mulai sejak 2006. Ia menuturkan merkuri dibikin dari tiap 1 ton batu cinnabar yang digabung dengan sianida serta bijih besi, yang setelah itu berubah menjadi 500 kilo-gram merkuri. Disamping itu, polisi udah amankan merkuri merk Gold sekitar 414 kilo-gram.

Tidak cuma itu, polisi amankan barang-barang yang dimanfaatkan buat proses pengerjaan merkuri. Ada juga telpon seluler, buku tabungan, kartu ATM, sampai paket buat jual merkuri yang ikut diambil.

Sedang pemeran dikenai beberapa clausal, mulai Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 4 Tahun 2009 terkait Penambangan Mineral serta Batu Bara Clausal 161 sama seperti disebut dalam Clausal 37, Clausal 40 ayat (3) , Clausal 43 ayat (2) , Clausal 48, Clausal 67 ayat (1) , Clausal 74 ayat (1) , Clausal 81 ayat (2) , Clausal 103 ayat (2) , Clausal 104 ayat (3) , atau Clausal 105 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 10 tahun serta denda terbanyak Rp 10 miliar.

Diluar itu, pemeran dikenai Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 7 Tahun 2014 terkait Perdagangan Clausal 106. Sama seperti disebut dalam Clausal 24 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda terbanyak Rp 10 miliar.

About admin