Home / Berita Umum / Tukang Tambal Dianiaya Hingga Tewas, Karena Menatap Muka

Tukang Tambal Dianiaya Hingga Tewas, Karena Menatap Muka

Tukang Tambal Dianiaya Hingga Tewas, Karena Menatap Muka – Satreskrim Polres Bandung bersama dengan Unit Reskrim Polsek Dayeuhkolot sukses tangkap DRK (24) aktor pembunuhan DR (28). Motifnya, karena hanya tatapan korban pada aktor.

Dari info, Jumat (21/6/2019), kejadian berdarah itu berlangsung dalam tempat usaha tambal ban punya korban di Jalan Mekarwangi, Cibaduyut, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/6) lalu seputar Jam 02.00 WIB pagi hari.

Sesaat korban wafat di rumahya di Cidadap Bandung, seputar Jam 14.30 WIB. Awalnya korban sudah sempat dibawa ke rumah sakit. Tidak lama dari waktu insiden aktor sukses ditangkap di Regol Bandung.

KBO Reskrim Polres Bandung Iptu M Ilham membetulkan info itu, korban meninggal sesudah dianiaya oleh aktor memakai alat jam yang terbuat dari besi serta digunakan di jari tangan.

“Pertama peristiwanya korban liatin aktor, selanjutnya aktor merasakan tersinggung mendadak langsung mukul disana. Awalannya ada yang lain (ingin melerai) ia keluarkan alat, alatnya seperti besi buat ninju (knuckle) begitu,” kata Ilham lewat sambungan telephone.

Tahu aktor bawa alat, masyarakat yang lain lalu kabur untuk cari pertolongan. Sesaat aktor terus memukuli korban.

“Korban tersuruk serta dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Insiden itu diadukan masyarakat pada pihak kepolisian, lalu polisi langsung mendatangi TKP untuk lakukan olah TKP serta cari saksi-saksi, diteruskan perburuan pada aktor.

“Urutan penangkapan, sesudah cek TKP kita ke saksi-saksi, ada yang lihat sesudah diinterogasi ada yang tahu kita langsung minta info jati diri aktor. Aktor ditangkap sedang nongkrong,” katanya.

Ilham menjelaskan, jalinan korban serta aktor tidak sama-sama kenal. Diluar itu, kedua-duanya dalam dampak alkohol. Aktor pun tidak mengerti jika tindakan yang dikerjakan menyebabkan korban wafat.

“Kedua-duanya dalam dampak minuman. Mereka tidaklah terlalu mabuk tetapi sadar, tidak ada dendam. Korban lihatin terduga terus terduga nyamperin serta berlangsung penganiayaan,” tuturnya.

“Sesudah dibawa ke rumah sakit korban masih sadar. Sudah sempat dibawa pulang ke rumah, masih sadar itu, wafatnya di dalam rumah,” imbuhnya.

Korban alami banyak cedera ekujur tubuhnya. “Cedera seperti cedera gebuk begitu, di kepala ada, di tubuh ada juga,” katanya.

Aktor harus bertanggung jawab tindakannya itu, aktor dijaring Masalah 351 ayat 3 KUH Pidana atau Masalah 338 KUH Pidana.

About admin