Home / Berita Umum / Wanita di Malaysia Terpaksa Masuk Dunia Prostitusi untuk Menghidupi Anak

Wanita di Malaysia Terpaksa Masuk Dunia Prostitusi untuk Menghidupi Anak

Wanita di Malaysia Terpaksa Masuk Dunia Prostitusi untuk Menghidupi Anak – Seseorang wanita di Malaysia dijatuhi hukuman cambuk serta dipenjara lantaran tawarkan layanan sex. Wanita ini bisa jadi orang ke-tiga yg dijatuhi hukuman cambuk di lokasi Terengganu, Malaysia sebelumnya setelah dua wanita pasangan sama dengan juga dijatuhi hukuman cambuk.

Kamis (27/9/2018) , ibu tunggal berumur 30 tahun ini divonis 6 bulan penjara serta hukuman cambuk sejumlah enam kali oleh pengadilan syariah di Terengganu. Janda yg tak dimaksud namanya ini diadili dibawah Undang-undang Syariat Islam yg melarang prostitusi. Lokasi Terengganu yg dikuasai Partai Pan-Malaysia Islami (PAS) memang menetapkan hukum syariat Islam.

” Walaupun pelanggaran ini tak libatkan seseorang korban, ini berikan akibat negatif dengan memusnahkan institusi kemasyarakatan, mengakibatkan penyakit yg disebarkan dengan cara seksual, serta berikan efek tidak baik pada para muda, ” ucap jaksa Muhammad Khasmizan Abdullah yg mengatasi perkara ini.

Wanita ini diamankan oleh polisi syariah dalam sesuatu hotel ditempat pada 17 September waktu lalu. Diakui dia bersalah udah tawarkan layanan sex.

Dalam persidangan, janda cerai ini memohon kemudahan hukuman dengan menyebutkan dirinya sendiri terpaksa sekali masuk dunia prostitusi buat menghidupi anaknya, lantaran dia tak lagi dapatkan support finansial dari eks suaminya.

Tetapi hakim Rosdi Harun menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara serta hukuman cambuk sejumlah enam kali pada wanita itu. Hakim Rosdi menjelaskan dirinya sendiri ‘sangat kecewa’ lantaran wanita itu tak memberikan penyesalan.

” Hukuman Anda bakal berikan waktu terhadap Anda buat merefleksikan kekeliruan Anda serta bertobat, ” ujar hakim Rosdi kala membaca putusan.

Wanita itu punyai waktu 14 hari buat ajukan banding atas vonis yg diterimanya. Jaksa Muhammad Khasmizan menjelaskan kalau hukuman cambuk pada wanita ini bakal dilaksanakan di dalam penjara tempat dia menekuni saat hukumannya kelak.

Menyikapi vonis ini, group pembela wanita muslim, Sisters in Islam, menjelaskan kekecewaannya pada pengadilan Terengganu yg kembali menjatuhkan hukuman cambuk pada para wanita. Hukuman cambuk sesuai ini dinilai jadi bentuk penyiksaan.

Didapati kalau pada 3 September terus, dua wanita dijatuhi hukuman cambuk, semasing sejumlah 6 kali, di muka umum di pengadilan syariah Terengganu. Ke dua wanita itu dijatuhi hukuman cambuk sehabis ditemui coba mengerjakan interaksi intim sesama model.

About admin