Home / Berita Umum / Warga Bandung Resah dengan Air Sumur yang Dapat Terbakar

Warga Bandung Resah dengan Air Sumur yang Dapat Terbakar

Warga Bandung Resah dengan Air Sumur yang Dapat Terbakar – Masyarakat Pangalengan Bandung cemas dengan air sumur yang bisa terbakar disangka tercemar karena bocornya cairan bahan bakar minyak (BBM) punya salah satunya SPBU. Polisi turun tangan mengamankan tempat sumur itu karena membahayakan masyarakat.

Beberapa anggota Satreskrim Polres Bandung menempatkan garis polisi di ruang sumur, Kampung Warung Awi, RT 02 RW 01, Desa/Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018). Proses penyegelan itu di pimpin Kepala Unit Tindak Pidana Spesifik (Tipidter) Satreskrim Polres Bandung Iptu Pitran Romajimah.

Tidak hanya tutup sumur yang terdampak BBM, satu SPBU di Jalan Raya Pangalengan ikut dipasang garis polisi. SPBU ini disangka pemicu tercemarnya beberapa sumur masyarakat di Kampung Warung Awi. Air sumur yang bisa menimbulkan barah itu tengah diselidiki Polres Bandung serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

“Kami tutup dahulu untuk kebutuhan penyidikan serta kami pasang police line supaya tidak membahayakan masyarakat,” kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik di Mapolres Bandung.

Menurutnya, pihaknya memperoleh aduan dari masyarakat terkait sumur disangka tercemar BBM pada Rabu (3/10). Mendapatkan laporan itu, pada Kamis (4/10) polisi mengecheck ke tempat.

“Kami kerjakan mapping di seputar sumur masyarakat. Nyatanya di seputar tempat ada satu SPBU. Kemungkinan disangka kebocoran berbahan bakar minyak itu,” tutur Firman.

Polisi langsung mendatangi SPBU yang ada di dekat daerah itu. Pihak SPBU, menurut Firman, mengakui telah beberapa waktu tidak ada penelusuran penyimpanan BBM.

“Jika berdasar pada hasil interogasi di lapangan, pihak SPBU mengatakan telah kirim surat ke Pertamina untuk lakukan pengawasan, tapi sampai sekarang ini belumlah ada. Kami didampingi Dinas Lingkungan Hidup, untuk sesaat kami police line dulu area untuk menyimpan bahan bakar itu. Kami ikut ambil sampel dari dalam area untuk menyimpan serta sumur masyarakat,” tuturnya.

Firman berujar, pencemar lingkungan bisa dijaring UU Lingkungan Hidup. Sekarang pihaknya tengah menunggu uji laboratorium terkait air sumur yang disangka tercemar BBM.

“Kami tinggal menanti hasil lab,” katanya.

Sesuai dengan hasil penelusuran di lapangan, Firman menyebutkan, memang benar air sumur itu bisa keluarkan barah waktu disulut barah. “Jika dari penduduk telah coba memang keluar barah. Sesaat kami tutup, kalau memang berlangsung kebocorannya disana, kita mesti menahan. Jangan pernah ada kebocoran lagi,” papar Firman.

About admin